Marriage part 1 .:first meet:.

 

Hye jin’s POV

“rekan bisnis sekaligus teman lama appa mu menawarkan perjodohan. Dia mempunyai seorang anak laki-laki. Umurnya hanya dua tahun di atasmu. eomma dan appa sudah setuju untuk menjodohkan kalian. Dan sepertinya, dia juga setuju untuk di jodohkan denganmu. Sekarang tinggal pendapatmu. Bagaimana?”. Apa? Dia jauh-jauh memanggilku dari kantor ke rumah hanya untuk membicarakan ini..?!tunggu, apa katanya tadi? Perjodohan..?

“eomma..! sekarang perjodohan sudah tidak jaman lagi! Sekarang  jamannya hak untuk memilih sendiri..!” protesku. Enak saja, lagi pula aku belum tau wajah namja ini.

“memilih sendiri? Berapa lama aku  harus menunggu sampai kau punya pilihan sendiri, huh..? lihat, umurmu sudah hampir 24 tahun, tapi sampai saat ini, kau belum pernah membawa satu namja pun ke hadapanku.” Balas eomma sengit.

Sial. Tidak pernah pacaran selama ini ternyata membuatku harus di jodohkan sperti ini. Jika tau akan di jodohkan, mungkin akan ku terima namja-namja itu. Hye jin pabo!

“tapi meski begitu, tidak ada alasan bagi kalian untuk menjodohkan ku, kan? Eomma, tidak adil jika kalian memaksaku menikah dengan orang yang sama sekali belum ku kenal”

“siapa yang memaksamu? Kami hanya menawarkan jalan menuju masa depan cerahmu.” Hah, alibi yang tidak masuk akal.

“menawarkan? Jika itu sebuah tawaran, berarti aku berhak untuk menolak?”

“tentu saja tidak. Dia calon yang baik. Kesempatan langka mendapatakan calon menantu seperti dia. Dan kesempatan ini tidak boleh dibuang begitu saja.” Eomma melipat kedua tangannya di  dada.

“berarti ini bukan sebuah penawaran! Tapi  pemaksaan..! dan aku benci di paksa eomma, kau tau itu.” aku mengerucutkan bibirku. Ada-ada saja caranya membujukku.

“arra.. aku sungguh tidak memaksamu. Tapi tidak ada salahnya kau mencoba dulu, hye jin. Dan lagi, kalian bisa berkenalan dulu, kan? Ngg..?” aissh.. keras kepala sekali. Sekarang aku tau, siapa yang menurunkan sifat keras kepala padaku. “jebbal hye jin-a.. ngg..? mau ya?” eomma menatap lekat wajahku dengan tangan yang ditelungkupkan. Huffhtt.. aku tidak ingin menjadi anak durhaka, tapi aku juga tidak mau mengorbankan masa depanku! Bagaimana ini… *hye jin galau*

“hhhhhhh” aku menghempaskan tubuhku ke sofa. “kalau nyatanya pilihanku hanya satu, untuk apa bertanya tentang pendapatku, huh?” tanyaku, melirik eomma yang berdiri di depanku.

“hehe, tadi hanya basa basi saja, hye jin-a. Dan kupikir kau akan langsung setuju, karna perjodohan itu, keinginan terbesar appa mu.” Eomma ikut duduk di sampingku. Ya, aku memang selalu patuh pada appa. Entah kenapa, dari kecil, ada suatu rasa hormat yang berbeda terhadap appa. Dan eomma selalu menjadikan itu sebagai senjata jika aku menolak untuk melakukan sesuatu. Menyebalkan.

“eerrg..! baiklah..! tapi setidaknya, aku harus melihat namja macam apa dia itu. Eomma bilang dia setuju di jodohkan denganku?” eomma mengangguk. “cih, dia pasti anak yang takut pada orang tuanya. Belum pernah melihatku tapi dia setuju untuk di jodohkan. Hufht, payah.” Aku menyeringai.

“siapa bilang? Eomma sudah memberikan foto mu pada Nyonya  Kim. Dia begitu menyukaimu, dia bilang kau anak yang manis.”

“hah? Foto mana yang eomma berikan? Cih,kalian tidak adil. Dia sudah melihat wajahku tapi aku sama sekali belum melihat wajahnya.”

“kau tidak perlu hawatir. Dia namja yang tampan, baik hati, juga menyenangkan. Hmm.. aku memberikan fotomu saat perayaan kelulusan SD mu waktu itu.” Ucap eomma santai.

Mwo? Padahal aku yakin, dia belum pernah bertemu dengan namja itu. Tunggu, Perayaan kelulusan SD? Jangan bilang bahwa foto memalukan itu? “eomma, kau tidak memberikan foto memalukan itu, kan?” aku mencoba memastikan. Mati aku jika eomma benar-benar memberikan foto itu. bisa hancur imej ku.

“yaa,, hanya itu fotomu yang sudah di cetak dan ada di dompetku. Tidak ada yang lain. Hehe, mianhae hye jin-a..” eomma mengelus-elus kecil kepalaku.

“EOMMAAA..!!!” teriakku kencang, membuat eomma menutup kupingnya dan menjauh. “aarrgg! Memangnya, kapan acara perjodohan di gelar..?” tanyaku masih sedikit kesal.

“ehehehe,mian. Dan, kau tidak perlu cemas,  eomma akan atur  pertemuan kalian. Hmm.. kedua keluarga sepakat, kalian akan langsung menikah.”

“mwo..?!” langsung menikah..? gila!  “ckk, tidak bisakah kalian menanyakan pendapatku dulu sebelum memutuskan? Hhh.. kapan appa pulang dari Inggris?”

“pernikahannya sekitar dua minggu lagi. Hmm.. mungkin nanti malam. Waeyo?” tanya eomma.

“aku akan membuat perhitungan karna telah membuat perjodohan seenaknya.” Aku berdiri dan mengambil hoodie yang tergeletak di atas meja.

“hah,, memangnya kau berani? Dengan kata ‘kumohon’ dari appa mu, kau pasti akan langsung menyerah.” Eomma mencibir.

Aku melengos. “aku ke kantor lagi eomma, nanti malam aku pulang kerumah, jadi jangan biarkan Go ahjumma menyentuh kamarku. Annyeong.” Kataku sambil berjalan keluar rumah.

“oke hye jin! eomma akan mempersiapkannya dengan sempurna. Aigoo~ akhirnya, anakku satu-satunya akan menikah juga..! ” ujar umma yang masih terdengar jelas olehku.

Dua minggu lagi..?! apa mereka gila..?! dua minggu lagi..? ya tuhaann..!! apa kau tidak salah? Jebaaal~~ aku tidak ingin berakhir seperti ini~

setelah masuk ke dalam mobil, buru-buru aku menancap gas menuju kantor dengan kecepatan tinggi. Tidak memperdulikan bunyi klakson dari mobil lain yang nyaris ku tabrak.

 

Yesung’s POV

“nyonya park bilang, anaknya sudah setuju..! aigoo~ anak itu terlihat manis sekali di foto ini..” kata eomma yang duduk di sofa yang ada di ruang kerjaku sambil terus memperhatikan selembar foto di tangannya. Foto itu cukup memalukan, menurutku. Hahahaha… xDD hmm.. memang sih, dia gadis yang manis, tapi…

“tapi itukan foto nya yang dulu, eomma. Siapa tau saja, sekarang setelah besar, dia jadi berjerawat, gendut, dan memakai kacamata. Hiyy~” aku sendiri bergidik ngeri membayangkan jika benar gadis itu seperti yang ku sebutkan tadi. Sebuah bantal mendarat mulus di wajahku.

“kau parno sekali! Lihat, kecilnya saja sudah semanis ini, apalagi sudah besarnya. Pasti akan sangat manis dan cantik.” Kenapa eomma  jadi membela gadis itu, sih..? ckk..!

“oh ya, eomma, kapan pernikahan akan di laksanakan?”

“hmm.. sekitar dua minggu lagi. Eomma dan nyonya park sudah merencanakan pertemuan kalian. Kau dan dia sama-sama sibuk. Sulit untuk mencari waktu yang luang.” Kini eomma meletakkan foto itu di atas meja. Apa?! Dua minggu? Dan aku belum bertemu langsung dengannya?

Iya iya, dia pewaris tunggal Perusahaan appa nya. Tentu saja dia akan sangat sibuk. “jadi, kapan pertemuan itu, eomma? Apa kalian juga ikut?”

Eomma tersenyum “tidak. Untuk pertemuan pertama, kalian hanya berdua saja. Mungkin pertemuan selanjutnya adalah pertemuan antar keluarga. Lusa di Caramel Cream café. Siapkan dirimu ya. Bersikaplah ramah padanya.. awas kalau tidak..!” eomma mengacungkan telunjuknya. Tuh kan, eomma lebih berpihak pada gadis ini. “oh ya, yesung-ah, kenapa kau menerima perjodohan ini begitu saja? Biasanya kau selalu menolak jika ingin di jodohkan. Apalagi jika calonnya anak rekan bisnis appa mu. Kau menyebutnya apa? Pernikahan antar perusahaaan..? haha” lanjut eomma sambil tertawa. Itu bukan hal yang lucu, menurutku.

“hmm.. entahlah. Ketika mendengar namanya, aku yakin dia gadis yang baik. Dia juga terlihat lucu di foto itu. Kupikir dia pribadi yang menyenangkan. Dan dengan begitu saja aku setuju. Ah, sudahlah, itu tidak penting..” jawabku jujur. “eomma, aku harus bekerja. Jika kau di sini terus, aku tidak bisa bekerja dengan baik karna kau pasti akan terus membicarakan gadis ini.”

“arraso. Aku akan pulang. Cih, berbelit sekali bahasamu untuk mengusirku. Keurom, bekerjalah dengan baik. Annyeong.” Eomma menjinjing tasnya dan keluar dari ruanganku.

Aku tersenyum. Lalu mataku menangkap sebuah benda di atas meja. Aku mengambilnya. “eomma melupakan foto nya. Hhhhhh…. Memalukan sekali dia di foto ini. Ckckckck.. tapi tetap terlihat ma–,  Ah, kenapa aku  jadi memujinya seperti ini..? ani, ani..” aku memasukan foto itu ke dalam saku jas.

 

—MARRIAGE—

 

Hye  jin’s POV

“yak! Ireonna..! sudah jam berapa ini hye jin..! kenapa kau  tidak pulang kerumah, huh? Kau malah pulang ke tempat kotor ini.” eomma menggoyang-goyangkan badanku. Aish! Aku menyesal memberitaukan kode pengaman apartemenku pada eomma..! lihat saja, aku akan menggantinya nanti. Dan tidak akan membiarkan eomma tau!

“aigoo eomma..! semalam aku lembur..! dan itu agar aku bisa tidur seharian ini..! kau membangunkanku pagi sekali.” aku kembali menarik selimut yang barusan di tarik oleh eomma hingga menutupi seluruh badanku.

“arraso arraso.. tapi tidak untuk hari ini, hye jin..! jam sepuluh kau harus bertemu yesung, calon suami mu..! dan sekarang sudah jam Sembilan, sayang..! bukan pagi..! bangunlah… jangan menjadi pemalas seperti ini.” eomma menarikku, menyebabkan posisiku menjadi duduk.

“aku memang pemalas, eomma.. kau baru tau? Dan apa kau bilang? Kenapa mendadak sekali eomma..?? hooaammh..” aku menggeliat sambil menguap.

“kemarin eomma sudah bilang, sayang. Kau lupa? Cepat mandi dan siap-siap..! pakai pakaian yang rapih.” Eomma menarikku turun dari tempat tidur dan mendorongku ke kamar mandi. Aku berjalan enggan.

“Ingat, Caramel Cream Café di meja nomor 10. Eomma ada keperluan. Smoga beruntung, hye jin..! fighting..!” setelah bicara dengan berapi-api, eomma meninggalkan kamarku. Aigoo~ kenapa harus heboh seperti itu? Toh, ini hanya pertemuan biasa. Dan aku pikir, dia menerima perjodohan ini juga karna terpaksa. Eh, tunggu, apakah aku terpaksa menerima perjodohan ini..? arrg..! entahlah..! namja yang bernama yesung itu membuatku pusing belakangan ini.

Aku kembali mendekati tempat tidur. “tidur lima menit lagi, sepertinya tidak apa-apa.. ahahaha” aku merebahkan kembali badanku di atas kasur dan menutupinya dengan selimut. Hmm.. nyaman sekali rasanya.

 

Yesung’s POV

 

Apa? Kenapa meja nomor 10 masih kosong? Sekarang sudah jam sepuluh  lebih..! ku pikir aku akan terlambat tadi. Setelah memasuki café, aku  langsung duduk di meja nomor 10 yang ternyata sudah di booking. Eomma  pasti menyiapkan sampai hal paling kecil. Menggelikan, tapi lumayan  menyenangkan.

 

Sehebat apa sih gadis itu. Sampai-sampai eomma memujinya  habis-habisan. Biasanya, dia selalu cuek dengan yeoja yang kuperkenalkan padanya. Bahkan seorang top model sekalipun, dia selalu bersikap dingin. Dan itu menyebabkan hubunganku tidak bertahan lama. Pacar ku selalu meminta putus setelah ku perkenalkan pada eomma. Tapi  sekarang? Eomma begitu welcome dengan gadis ini, padahal ku yakin,  mereka belum pernah bertemu secara langsung. Oh ya, ngomong-ngomong,  kenapa gadis itu belum datang juga ya..? sekarang sudah hampir jam 11.  Sial. Apakah dia lupa? Atau,, ah, aku tidak boleh berpikiran macam-macam.

 

TIK!

Jarum jam tepat menunjuk jam 11 dan dia belum juga datang..?! oke, akan ku tunggu beberapa menit lagi.mungkin jalanan seoul macet.

 

 

5 menit…

 

 

10 menit…

 

 

15 menit…

 

 

30 menit…

 

 

1jam…

 

 

2 jam…

 

Oke stop! Kurasa sudah habis rasa sabarku..! agashi, maaf, mungkin lain kali kita bisa bertemu. Aku berdiri dan berjalan ke pintu café ini.

 

 

Author POV

 

Belum sempat tangan yesung meraih gagang pintu, seseorang –lebih tepatnya adalah hye jin, membuka pintu nya lalu dengan kecepatan ekstra menghambur ke dalam café dan dengan otomatis menabrak yesung yang ada di depan pintu. Mungkin hye jin berlari sangat kencang, sehingga saat dia menabrak yesung, menyebabkan yesung terdorong jauh kebelakang, menabrak seorang pelayan yang sedang membawakan makanan. Mereka mendarat di lantai dengan posisi hye jin berada di atas tubuh yesung. Makanan yang di bawa pelayan itu terlempar ke atas karna sang pelayan juga ikut jatuh dengan posisi terpeleset ke belakang.

 

Tangan yesung otomatis melindungi kepala hye jin yang sekarang ada di dadanya dari makanan-makanan yang berjatuhan. Akan terlihat romantis jika yang menghujani mereka saat ini adalah bunga. Tapi kenyataannya bukan. (=,=”)

Beberapa detik, mereka tertahan pada posisi seperti ini. Hingga akhirnya…

 

“yak! Kalian..! bangun! Cepat ganti rugi atas kerusakan yang kalian buat ini..!” suara menejer café menggelegar.

 

—MARRIAGE—

 

Mereka di usir(?) dari café. Dan mereka terdampar(?) di hutan kota yang memang tempat dimana café itu berada.

 

“ini, cepat tutup lukamu..!” yesung menyodorkan plester yang baru saja di belinya kepada hye jin.

 

Hye jin yang sedang duduk bersandar pada batu, menyambar plester itu dngan cepat tanpa menoleh pada yesung yang ada di belakang nya.

 

“yak! Agashi! Setidaknya ucapkan terimakasih padaku..!” bentak yesung kesal.

 

Hye jin hanya menoleh sedikit, lalu kembali fokus pada luka di lututnya. Yesung berdecak sebal, lalu ikut duduk dan bersandar di batu yang sama dengan hye jin, tapi di sisi yang berlawanan. Lalu menutup luka di siku nya dengan plester.

 

“apa ada luka lain selain lututmu, nona?”

 

“tidak. Hanya, ujung kanan bibirku sedikit sobek. Sepertinya bergesekan dengan kancing bajumu.” Ini pertama kalinya hye jin menjawab pertanyaan yesung.

 

Yesung menghela napas “lain kali berhati-hatilah.. karna kau, aku  tidak jadi bertemu dengan seseorang, hari ini.”

 

“…” hye jin diam “aku tau aku yang salah. Tapi, kau pikir hanya kau yang tidak jadi bertemu dengan seseorang? Aku juga, tau.” Nada bicara hye jin sedikit kesal. Dia memang kesal. Tapi tidak mungkin dia marah-marah pada namja ini. Pertama karna itu memang salahnya dan kedua karna dia tidak mengenal namja ini. “kita impas. Oke. Jadi aku tidak perlu bertanggungjawab, kan?” lanjut hye jin sambil bangun dari duduknya.

 

Yesung ikut berdiri. Mereka berhadapan sekarang. ‘omo.. aku baru lihat wajahnya dengan jelas. Cantik, dia cantik’ gumam yesung dalam hati. “jhoa, kita impas. Tapi,biarkan aku mentraktirmu. Ya,, itung-itung mengganti makan siangmu yang terganggu karna kejadian tadi. Bagaimana?” tawar yesung, berharap hye jin mengiyakan. Tapi ternyata,,

 

Hye jin menggeleng “tidak perlu, itu bukan salahmu.” Tolaknya. “maaf  telah membuatmu mendapatkan masalah seperti ini.” Hye jin sedikit berbungkuk dan berbalik.

 

Yesung menahan tangan Hye jin, entah apa alasannya dia melakukan itu, tangannya refleks menahan tangan hye jin. Hanya karna refleks? Entahlah, Yesung sendiri tidak tau. Lalu dia membalikkan Hye jin  kehadapannya. “tunggu, agasshi. Hmm.. Aku traktir makan, bagaimana?” traktir? Ya, ide yg bagus.

 

Hye jin diam sebentar. Dia lapar. Belum sarapan karena tadi terburu-buru pergi ke café. “baiklah, tapi aku bayar sendiri saja, ya.” Katanya sambil berjalan mendahului yesung. Yesung mengikutinya dari belakang.

 

Mereka pun sampai di sebuah café out door yang lumayan ramai. Hye jin pun duduk di sebuah meja. Diikuti oleh yesung.

“kenapa kau ikut duduk di sini?” protes Hyejin

“tidak ada tempat kosong lagi, agasshi.” Timpal yesung. Hye jin hanya mencibir. Seorang pelayan datang. Mereka pun memesan makanan masing-masing. Setelah sang pelayan pergi…

Hening…

Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikiran sendiri. Hingga akhirnya pelayan datang mengantarkan makanan. Merekapun makan, masih dalam diam. Yesung sesekali menoleh, memperhatikan hye jin sebentar, lalu kembali makan.

Setelah makanan habis,

“biar aku yang bayar. Kau tunggu di sini saja, agasshi.” Potong yesung, lalu berjalan ke kasir. Hye jin hanya diam memperhatikan yesung dari belakang. ‘lumayan, makan gratis. Setidaknya aku harus berterima kasih.’ Pikirnya.

Saat yesung mengeluarkan dompetnya, seseorang berpakaian serba hitam merampas dompet di tangan yesung dengan cepat, lalu melarikan diri ke dalam kerumunan orang banyak. Hyejin yang melihatnya, berniat untuk mengejar. Tapi, aahh.. sudahlah, itung2 menolong saja. Batinnya, lalu berlari ke arah yang sama dengan si pencopet tadi.

 

—MARRIAGE—

“gomawo agasshi.” Kata Yesung setelah Hye jin memberikan dompet warna hitamnya itu. Wajahnya terlihat senang, khawatir sekaligus lega.

 

Hye jin tersenyum miris, masih sambil mengatur nafasnya yang berantakan setelah berlari kencang mengejar pencuri itu. Untungnya, pencuri amatir itu dapat terkejar olehnya dan dapat ditakuti hanya dengan satu sentakkan saja. Tangannya mengelap keringat yang bertengger di dahinya. Dia berjongkok, melipat tangannya di atas kedua lutut lalu menenggelamkan wajahnya. Sudah lama sekali sejak terakhir kali dia berlari kencang seperti ini. Semenjak berkontribusi di perusahaan, dia jadi tidak ada waktu untuk berolah raga. Senyumnya tersungging. Senang sekali rasanya merasakan detak jantung yang cepat seperti sekarang.

 

“agasshi gwaenchanayo? Appoyo?” tanya Yesung yang ikut berjongkok di depan Hyejin.

 

Hye jin mengangkat kepalanya. “gwaenchana. Lain kali berhati-hatilah. Bukannya aku hawatir padamu, tapi pada orang yang akan bernasib sama sepertiku sekarang.” Cibir Hye jin. Yesung terkekeh sambil mengelus tengkuknya. Hyejin tersenyum kecil melihat tingkah yesung. ‘lucu sekali dia…’ pikir hye jin.

 

“chogi,, haruskah ku belikan es krim untuk rasa terimakasihku?” tawar yesung.

Hye jin nyaris saja mengangguk. “ah,, tidak, tidak. Seseorang menunggu ku. Sepertinya aku harus pulang sekarang.” Hye jin berdiri, diikuti yesung.

“baiklah kalau begitu. Sampai jumpa. Maaf telah merepotkanmu, dan terimakasih.” Yesung sedikit membungkuk. Hyejin membalasnya lalu berbalik dan mulai berjalan.

“ah, agasshi, siapa nama mu?” tanya yesung, membuat Hyejin berbalik.

“park Hye jin imnida..” hye jin sedikit menunduk

“ooh.. yesung imnida..” yesung tersenyum. Mereka pun berbalik.

Tapi,,,,

“YESUNG?!!”

“HYEJIN?!!”

Seru mereka berbarengan sambil menunjuk satu sama lain dengan wajah kaget luar biasa.

Hyejin meringis dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yesung melontarkan tatapan tidak percaya pada Hyejin, lalu menggeleng kecil.

 

—MARRIAGE—

“aku pulang..” seru hyejin. Dia berjalan ke ruang tengah. Di sana appa dan eommanya sedang menonton TV. Dia berlalu begitu saja ke tangga yang menghubungkan ruang tengah dengan kamarnya itu.

“hyejin, chamkan. Bagaimana pertemuan kalian, hmm..??” tanya eomma menghentikan langkah Hyejin. Hyejin berbalik.

“it’s the nice one, eomma.” Katanya dengan penuh penekanan.

“omo! Ada apa dengan bibir mu, sayang..? itu bukan ulah Yesung, kan?” tanya eomma sedikit menahan tawa. Appa menyenggol bahu eomma.

“tentu saja ini ulahnya! Sudah ya, aku lelah, eomma, appa. Annyeong jumuseyo..” Hyejin berbalik dan mulai menaiki tangga.

 

Sementara itu, di kediaman keluarga Kim..

“akh.. sial! Kenapa aku bisa sampai tidak tau bahwa dia adalah Hyejin..! sungguh, dia tampak berbeda dengan yang di foto itu. Arrgghh.. apa aku terlihat murahan, tadi? Mentraktir yeoja yang baru pertama kali bertemu..?? akh.. bad Yesung.” Omel yesung saat menyusuri lorong rumahnya untuk menuju kamarnya.

 

“ciyyee.. sepertinya ada yang habis berkencan nih.. haha..” goda jongjin yang sudah setia bersandar di pintu masuk kamar yesung.

“hmmhh.. kencan yang amat sangat Dramatik!” segahnya, menggeser tubuh jongjin, membuka pintu kamar dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur.

“bagaimana orangnya? Apakah cantik?” tanya jongjin yang sudah ada disamping Yesung.

“cantik..baik.. yah,, kupikir berbeda dengan yang difoto.” Papar yesung dengan mata terpejam.

“haha.. jadi intinya, kau tidak menyesal dijodohkan, benar hyung?” tebak jongjin.

“hmm…” timpal yesung masih dengan mata terpejam.

“yasudahlah, annyeong jumuseyo hyung.” Jongjin mengacak rambut Yesung dan berlalu meninggalkan kamar yang terkesan rapi itu. Setelah pintu tertutup, Yesung membuka matanya.

“pak hye jin……” gumamnya. Lalu kembali memejamkan matanya dengan cepat. Berusaha mengenyahkan bayangan hyejin dipikirannya.

 

=====tobecontinue=====

 

otthe? otthe? otthe?????

jebal~ komennya yaaaaaa ^o^

Marriage -Introduce-

Mungkin udah banyaaak banget ff dengan tema weddinglife macam begini. tapi, ga pp kan, kalo gue bikin ff dengan tema yg sama juga…??? buat nuangin khayalan yang selangit 😀 sekedar info, ini ff udah lamaaaa banget dan udah ngalamin banyak revisi. dan akhirnya, kesampean lah untuk di posting. meskipun gue sedikit malu nge post nya. hehe.. dan,, gue ga janji bakal ada NC scane di ff ini. kekeke, gue ga terampil bikin scane yg begitu. hahaha… 😀

awalnya cuman iseng aja.. tapi ga tau kenapa, malah ada aja ide yang muncul.

jadi, kata pengantar buat nih ff : FF GUE, SUKA SUKA GUE 😛

mianhae kalo ada clouds yg baca ini dan,, umh,, cemburu. INI HANYA FIKSI DAN FANTASI GUE. oke. jadi, kalo suka ya alhamdulillah, kalo engga, please jangan ngebash. gue belom siap di bash xD haha…..

jangan lupa, saran, kritik dan komentar, masih setia gue tungguin dari readers… kkekekeke~~

Some words for SuJu

1 tahun berlalu. Hari ini adalah ulangtahun kalian yang keenam. Rasanya baru kemarin aku mengucapkan selamat untuk ulangtahun kelima kalian. Secapat ini kah waktu berlalu? Rasanya baru kemarin aku bersusah payah menghapal wajah kalian satu persatu. Aku memang terbilang baru menjadi ELF. Tidak masalah, kan? Seperti kata siwon oppa, bukan tentang siapa yang lebih dulu, tapi tentang siapa yang bertahan sampai akhir, ya,, kira-kira begitu lah kata-katanya.

Oppadeul, apa yang harus ku berikan untuk memperingati ulangtahun kalian yang ke enam ini? Ah, jangankan memberikan hadiah, memberikan ucapan pun, aku tidak bisa. Kenapa? Karena rasanya semua ucapan ulangtahun sudah ELF lain berikan untuk kalian. Aku benar-benar ingin memberikan ucapan yang berbeda untuk kalian, ucapan yang belum ELF lain ucapkan unuk kalian. Mustahil, kan? Tapi aku benar-benar ingin.

seharian aku memutar otak, mencari-cari hadiah apa yang bisa ku berikan untuk kalian dan bagaimana caranya?? Dan setelah lama mencari, hanya satu hal ini yang bisa aku temukan. Satu hal yang tidak berbajet tinggi dan tidak perlu repot mengantarnya untuk kalian, tapi satu hal ini sangat berarti. Itu adalah…

Cinta. Cintaku untuk kalian. Bisakah kalian merasakannya..?? cinta yang begitu kuat, namun entah akan sampai kapan. Aku tidak bisa menjamin cinta ini akan terus selamanya bertahan. Tapi aku yakin, suatu saat nanti, cinta ini pasti akan terkenang. Dan akan menjadi kenangan yang paling indah.

Oppadeul,, jaga baik-baik hadiah ini. Dan, bolehkah aku berharap satu hal?? Ah,, rasanya tidak enak, kalian yang berulangtahun, tapi malah aku yang berharap. Tidak apa, kan? Aku berharap, suatu saat nanti kalian akan tau bahwa di sebuah belahan bumi yang berbeda dengan kalian, ada seorang gadis bernama ‘Febry’ yang pernah mencintai kalian dengan amat sangat.

That’s all. My special words to super junior, my big big big love :’D

[VIDEO]Super Junior comeback stage

Fanfict lovers, kali ini, aku mau share Vid 1st comeback stage dan 2nd comeback stage nya opadeul suju di Music core. ini dia video nya..

1st comeback stage

super man

mr.simple

2nd comeback stage

super man

gimana? keren, kan..??  mereka keliatan muda dari semestinya yah 🙂 *digorok ELF*

bajunya Eunhyuk pas di MuCore,, waaww.. warnanya itu lho,, bikin mata silau.. hehehe.. Di mucore, aku suka style nya sungmin! shindong bener keliatan kurusan ya? baru nyadar, lho.. hehe..  berarti diet nya bener2 berhasil tuh… Chukkae oppa.. 😉

suka pas eunhyuk nunjuk2 kaos yang dia pake.. huwaahh… gayanya itu loh.. cool.. ehhhehhe..

fanfict lovers, ni, Perfome Mr. Simple pas MuCore

mr.simple

otthe? jhoayo..?? kyyaa… ga tahan liatnya.. perasaan kayak mau meledak aja nih.. hehe..  how ’bout you??

The last album..??

Ga kerasa, suju udah ngeluarin album kelima nya. Di awali dengan Twins, dan dan kini, Mr. Simple mengguncang dunia *halah bahasanya*   Kemaren2 ELF sempet dibikin galau sama tulisan heechul  di website nya. Dan, sumpah! saya ngerasa galau abis baca tulisan itu..

Hmm.. dan kayaknya, ELF ga perlu bergalau2 lagi. Kenapa? coba simak ucapan terima kasih donghae di album Mr.Simple

To ELF :

akhirnya 5 jib! waktu berlalu sangat cepat, member dan elf sudah melewati 6 thn, sudah melewati banyak tawa, air mata, hal yang bahagia, melelahkan. Terima kasih sudah bersama kami melewati hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun ada byk ELF di seluruh dunia yang berada di sekitar kami. Waktu yang telah kita lalui begitu lama. Saya sangat senang. Keberadaan Leeteuk Hyung sangat lah tepat untuk melihat dunia penuh dengan SAPPHIRE BLUE. dia benar-benar Leeteuk leader terbaik kita! mari kita berjuang bersama untuk 5jib. Jika kami tidak memiliki ELF, maka tidak akan ada SUPER JUNIOR. Kami idiot yang tidak kenal siapapun kecuali ELF! Setelah 5jib, SEMENTARA KAMI TIDAK AKAN MERILIS ALBUM SUPER JUNIOR! TETAPI KITA AKAN SELALU BERSAMA-SAMA. Kamu tau itu kan? KAMU AKAN MENUNGGU KAMI, BUKAN? untuk ELF, aku tidak tahu harus berkata apa kecuali kata-kata CINTA ! aku tidak akan menulis aku mencintaimu, aku akan menulis, MARI KITA MEMBUAT HAL YANG INDAH BERSAMA-SAMA! I LOVE YOU, I LOVE YOU, I LOVE YOU!

 

Yang saya denger, Suju ga akan bubar karena kontrak mereka sama SM Entertaiment adalah 13 tahun..! Jadi, alasan mereka ga buat album setelah 5JIB adalah, banyak member yang bakalan wamil. Bukan karna habis kontrak atau apapun. 😀  aahh… senangnya…

So, ELF, apakah saat suju comeback tahun 2017 nanti kalian akan ada di samping mereka seperti saat ini..???? Tentu saja IYA..! seperti kata shindong di ucapan terimakasihnya di 5jib

..E.L.F. Saya percaya bahwa kalian abadi seperti nama Anda …

Kita akan ada di sana, ELF. Bersama mereka, saat mereka comeback nanti.

ELF.. hwaiting..! ;D

 

let’s DANCE KEPRET 😀

 

Credit:

5JIB thanks to: Yeppopo

tulisan heechul: Yeppopo

Heechul: Ini akan jadi Album terakhir kami!

110801
Kim Heechul Cafe
1:39 am Message Posted

Topic : Sudah lama ^_^

Sebenarnya saya tidak menggunakan Cafe untuk waktu yang lama, sehingga saya lupa account dan password saya.
Finally got it right ^_^
Saya selalu menggunakan twitter… haha

Tampaknya ini pesan pertama saya dalam waktu yang lama kan ^_^

Sujuakan memiliki comeback minggu ini

Karena ini akan menjadi album terakhir kami, saya memberikan segalanya

Periode absen saya..^_^

Teman2 kecil saya semuanya sekarang berlibur kan?
Teman2 saya yang lebih tua hidup dalam kehidupan mereka dengan baik dalam area pekerjaan mereka masing2 kan?

Saat saya mengirimkan kemudaan 20-an saya, saya banyak berfikir
Saya juga akan bekerja keras untuk menjadi seorang yang dewasa ^_^
Pertama saya perlu mengubah kepribadian saya ini ㅠ ㅠ

Saya juga memiliki banyak pemikiran2 baru yang saya perlukan untuk menjaga orang2 disekeliling saya ^_^
Saya harus menulis sampai disini hari ini   ^_^

Source : (HcKiSeKi) from psychochan @ weibo
Translated by : leeteukbaby @ Heechul-Petals.com
CR: @WorldWideELFs

Indo Trans: Yeppopo

Me vs cat part 5 -end-

Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

 

_________Sebelumnya____________

 

“ah, maaf, kalau aku selalu menakuti mu.. naluri manusia ku dan naluri kucing ku berbeda(?). Aku sendiri sulit untuk mengendalikan diri saat menjadi kucing. Padahal saudaraku bisa.. haha..” tawa minho renyah. Hye jin tersenyum melihat tawa itu. Minho melihat senyum hye jin.

 

“hey, senyummu manis juga. Tidak bisa kah kau untuk selalu tersenyum seperti itu??”

“ya! dasar kau!” hye jin memukul lengan minho. ‘hmm.. belum pernah aku bercanda seperti ini selain dengan hyung dan super junior’. Batin hye jin.

 

Mereka duduk di tepi sungai han sampai sore. HP hye jin di silent. Berulangkali SMS dan telpon masuk. Dia tidak menyadarinya. *iya lah, ada minho oppa#abaikan*

 

_________Part 5_________

 

“jinki oppa.. eottokhae?? Mereka belum kembali. Sudah jam enam sore..”  han so bolak-balik kayak setrikaan.

 

“astajim.. noona,kau tidak pusing  apa, bolak-balik seperti itu?? Aku saja yg melihatnya pusing..” taemin memegang kepalanya.

 

“Yak! aku ini sedang cemas. Telpon nya tidak di angkat-angkat. SMS juga tidak di balas.. kemana mereka ya.,..??” han so menghampiri jendela kamarnya.

 

“hudahyah… nanhi huga huyang.. haying yayanan yayeh…” jinki yg sedang makan ubi rebus nan panas bersuara *bahasanya*. translate : Sudahlah..nanti juga pulang.. mungkin jalanan macet *hahha*

 

“hyung.. apa yang kau katakana tadi?? Huh, bicara saja tidak jelas, bagaimana mau menjaga kami” taemin melirik hyungnya. Jinki menatap taemin tajam.

 

GGLLEEKK jinki menelan ubi nya.

 

Han so yang menyadari ‘sesuatu’ akan terjadi segera mengambil tindakan.

 

“ah..ah.. taemin ayo kita mengambil beberapa camilan..” han so menarik taemin ke luar kamar.

 

__________*************__________

 

Di sungai han…….

 

Hye jin dan minho masih diam di tepi sungai *?*. Hye jin tenggelam dg pikirannya sendiri. Minho juga.

 

“yak!..”

“yak!..” seru mereka berbarengan.

 

“ehm.. kau duluan..” kata minho mengalihkan pandangan.

 

“a..an..ani.. akh, baiklah. Aku tadi, ingin mengajak mu pulang. Sudah sangat sore.. khajja. Kita pulang.” Hye jin beranjak. Minho mengambil  kandang  kucing yang baru saja di beli itu *emang ga ama kucingnya oppa??#abaikan*.

 

Motor hye jin bergerak menuju rumah han so. Mereka sampai di depan rumah han so. Satpam yg berjaga membukakan gerbang. Han so dan taemin sedang di dapur. Jinki masih khusyuk menikmati ubi nya. Minho  dan hyejin menghampiri taemin dan hanso di dapur.

 

“omo! kau pulang hye jin.. kemana saja kau? Apa terjadi sesuatu?? Kau dapat kucingnya kan..? kau tidak bertengkar dengan minho kan..? jalanan macet kah..?” han so meluncurkan *?* pertanyaan2 tanpa henti. Parah nya, hye jin hanya menatapnya datar.

 

“ah.. khajja. Ceritakan semua nya, dari awal..” han so menarik tangan hye jin ke ruang tamu. Mereka bertiga pun duduk (baca : Taemin, han so, hye jin).

 

“kami telat karna…………….”

 

“EEHHEEMM…..”  minho berdehem dari dapur.

 

“waeyo?” taemin menatap hye jin. Hye jin melihat ke arah minho. Minho mengerutkan dahinya.

 

‘Ya! jgn menceritakan kejadian di sungai han. Awas kalau kau berani’ batin minho. Hye jin memasang evil smile nya.

 

‘wae?? Kau malu ya ?? hahahaha aku akan menceritakan SEMUANYA’  balas hye jin. Minho  terlihat panik .

 

‘ANDWE. Awas kalau kau berani.’

 

‘kata siapa aku tidak berani??lihat saja..’ hye jin menjulurkan lidah nya.

 

“hye jin-ah, teruskan bicaramu…” pinta hanso. hye jin mengangguk..

 

Huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat *lebbaaayyy* keluar dari mulut hye jin. Dia menceritakan semuanya!!! ya, dia menceritakan semuanya. Tapi  tidak tentang sungai han dan yeoja lelet! :P. Minho bernapas lega.

 

“geurae?? Kalian melihat jjong di kafe tempat nidh hyun bekerja??” jinki turun dari kamar han so.

 

“o..” minho mengangguk.

 

“kalau begitu….kita cari sekarang. Siapa tau, jjong sedang bersama key!” ajak jinki pada minho *taemin:author, aku kok ga ke bawa? Aku kan ada di situ juga?? Author: diem! di sini aku authornya!  taem: T.T#abaikan*.

 

“chamkaman…. Kucing hyung ku dulu?!” hye jin menadahkan tangannya. Minho hendak meletakkan kucing di tangan hye jin sebelum…

 

“AAAAHHHH!! kau gila minho?? Kau tau aku takut kucing, kan..!??” hye jin bersembunyi di balik han so.

 

“Ya! Bukankah tadi kau memintanya, hye jin-ah??!” minho setengah berteriak kesal

 

“aniyo…!!”

 

“lha. Tadi kau menadahkan tangan mu ==a.”

 

“mamang. Tapi,, maksud ku.. ah, sudahlah!”

 

“HAHAHAHAHAHA” semua orang tertawa melihat hye jin dan minho.

 

___________*************____________

 

Mereka pun menyusun rencana *ceillaah* . Minho, jinki dan han so pergi ke kafe tempat nidh hyun bekerja, kafe itu buka sampai jam Sembilan malam. Sementara hye jin dan taemin pergi ke apartemen heechul untuk menaruh kucing *aassiikk*. Kenapa harus sama taemin? Karena hye jin ga mau pegi sama minho. Minho juga. Hye jin dan taemin akan menyusul ke kafe.

 

_______*************________

 

Di kafe

 

“huh, kafe ini ramai sekali..”  keluh jinki.

 

“ne..bagaimana kita bisa menemukan jjong??” tambah minho.

 

“aaiisshhh.. kalian ini. Laki2 tapi kerjanya mengeluh. Aha! aku ada ide.” Mata han so berbinar2. Jinki dan minho melihat han so penasaran.

 

Mereka bertiga menghampiri meja kasir. Di sana ada seorang ahjumma dengan tubuh yg….. ‘big’.

 

“Ada yang bisa saya Bantu?? Apakah ingin membayar?” Tanya  ahjumma itu dengang senyum yang ramah. Han so tersenyum .

 

“aniyo.. aku.. aku ingin bertanya. Apakah…”

 

“Mwo?? bertanya?? Aiisshh.. aku tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan mu. Aku kira kau ingin membayar.” Wajah ahjumma itu berubah drastisss tiss tiss.

 

‘akh, pasti ini ahjumma yang sering di ceritakan nidh hyun.’ Batin han so.

 

“ah, ahjumma. Kami hanya ingin bertanya.” Kata minho dengan wajah dingin.

 

“ahh.. sudah-sudah. Kalian hanya mengahalangi pekerjaan ku. Pulang lah, kalian masih kecil. Tidak boleh ada di luar malam-malam seperti ini” ahjumma itu kembali ke pekerjaannya.

 

Mereka bertiga sempat putus asa.   “biar  aku.” Bisik jinki.

 

“ahjumma… biarkan kami bertanya. Hanya bertanya ahjumma. Tidak akan mengganggu pekerjaan mu.” Jinki memasang wajah imut nya. Ahjumma itu hanya bengong dan mengangguk.

 

“Ne. Apa yang ingin kalian tanyakan??” kata ahjumma itu sok manis.

 

“apa kau mengenal Jonghyun?” Tanya minho.

 

“ne. Dia ku pekerjakan di sini. Tugas nya membeli sayuran di pasar, mencuci piring, membersihkan lantai, menata kursi, melap kaca, hmm,,sesekali aku menyuruhnya mengantar pesanan *kasian kau oppa*. Waeyo..??” tutur ajumma itu panjang lebar.

 

“mwo..??!! jjong benar2 melakukan semua itu..??” jinki kaget luar biasa #(.__.)

 

“ne, sudah seharusnya kan, lagipula, aku membayarnya. Dia juga menggunakan salahsatu ruangan di sini, ku rasa itu sebanding dengan pekerjaannya” ucap ajumma itu santai.

 

“keuraeseo, dia ada di sini sekarang…?” Tanya han so.

 

“keurae. Kalian bias menemuinya di belakang.” Ahjumma itu menunjuk sebuah pintu di samping meja kasir. “sudah selesai kan..? aku bisa kembali bekerja..??” ucapnya lagi.

 

“keurom,,,” ucap hanso sambil berlalu meninggalkan meja kasir dan ajumma menyebalkan itu. Jinki membungkukan badannya sedikit, lalu menyusul minho dan hanso.

 

_______*************________

 

“JONGHYUN..??! apakah itu kau…???!!!!” teriak  jinki histeris saat melihat sosok(?) yg sedang mencuci piring di depannya itu.

 

“ne, nug—“ Pria itu menoleh. Dia terkejut melihat orang yg berteriak tadi. “hyung..? minho-ah..?? kenapa, kalian ada di sini..?? umm,, untuk apa kalian di sini..??”” ujarnya lagi *PLAAK #tabok jjong! Tabok!*

 

“tentu saja menemuimu, bodoh.” Ucap minho dingin.

Sesaat hening,,,,

 

Beberapa saat,,

 

“KYYAAA…!!! Bogoshippooo….!!!” Teriak jjong dan jinki sambil berpelukan ala tetelubies *PLAAK #ditabok onJong*

 

Minho hanya bisa menggeleng2 merendahkan(?). sedangkan hanso, menirukan gaya muntah melihat kelakuan namja nya itu.

_______*************________

 

Hye jin dan taemin sudah kembali dari apartemen heechul. Saat di depan gedung,,,,,,

 

“yak! Noona..!!! itu kan key hyung..!” taemin menunjuk2 heboh,  lelaki yg sedang duduk di depan toko di sebrang apartemen ini. Pandangan hye jin mengikuti arah yg di tunjuk taemin.

 

“truss..?? apa urusanku..?”

 

“yak! Bukankah kita sedang mencarinya, ha..??” (shock)

 

“kita? Kurasa aku tidak,, aissh,, Ya sudah, hampiri saja dia” kata hye jin tenang.

 

Taemin menarik tangan hye jin “dengan mu, noona. Harus.”

Hye jin berdecak sebal. Mereka menyebrangi jalan, lalu menghampiri lelaki itu.

 

“hyung..?!” sapa taemin sambil menepuk pundak lelaki itu.

 

“KYYYAAAAAA….!!!!!”  Teriaknya. Sepertinya dia sedang melamun tadi. “taemin-ah…! Kau rupanya..! mengagetkan saja….!!!” Kata lelaki yg ternyata key itu sambil memegangi dadanya.

 

Taemin menggaruk kepalanya yg tidak gatal “hyung, kenapa reaksimu hanya seperti ini…?” dia tampak bingung.

 

“mwo..?” key tak kalah bingung. *author lebih bingung#abaikan*

 

“yyaa,,, kita kan sudah lama tidak ketemu, setidaknya kau memelukku atau apa kan…” jelas taemin.

 

Key terdiam sesaat. “ah! Taemin-ah! Aku bersyukur betemu denganmu..!! kau tau, aku hampir gila 5 bulan berada di tempat asing ini…!! Huhuhuhu… kau tau, aku takuuutt..!! mereka semua aneh, mereka berbeda…..” teriak key heboh sambil memeluk taemin singkat.

 

Sebenarnya, reaksinya ini sedikit,,,,,,,,,,,,,,,,,telat dan,,, berlebihan..?

 

“ne, hyung. Arrasseo..” kata taemin so’ bijak sambil menepuk2 pundak key.

Hye jin hanya geleng2 melihatnya. Sebuah SMS masuk. Han so.

 

Cepat ke rumahku. Jjong sudah ketemu.

 

Hye jin tidak membalasnya.

 

“khajja. Jjong sudah ketemu. Kalian berdua naik taksi saja. Ku carikan ya..” kata hye jin. Taemin dan key mengangguk.

 

“nugu?” Tanya key menunjuk hye jindengan dagunya.

 

“malaikat penolong kita, hyung” jawab taemin tersenyum.

 

“malaikat..?” key mengulang jawaban taemin.

 

“ne, sebenarnya masih ada lagi malaikat kita, hyung..”

 

Key hanya mengangguk2 asal.

 

_______*************________

 

@hanso’s house

 

Mereka semua duduk di atas sofa dg posisi melingkar. *kebayang?* setelah dari tadi, ke-lima makhluk Lucifer itu ber-kangen2 ria , umh, kecuali minho, tentunya.

 

“lalu, apa rencana kalian..??” Tanya hye jin membuka obrolan.

 

“kembali ke planet kami.” Jawab minho.

 

“aku ingin di sini.” Kata onew mantap

 

“aku kangen umma,,,,” taemin sedikit  terisak.

 

“aku,,, aku,,, ingin kembali menjadi pangeran di sana..” jjong ikut menambahkan.

 

“aku ikut onew!” teriak key.

 

“well, 2 lawan 3. Sepertinya kalian memang harus kembali,,,,” kata hye jin.

 

“hye jin-ah! Kau jahat. Kau tau kan, aku dan onew..?? kau tidak memikirkanku, ha..??” hanso sedikit membentak.

 

“bukan seperti itu, so-ah.. disini bukan tempat mereka. Apa yg akan kau rasakan jika tinggal di tempat yg sangat asing bagimu..? kau tidak memikirkan onew..??” hye jin mencoba member pengertian.

 

Hanso terdiam. Keadaan menjadi hening.

 

“baiklah. Kau benar, kau selalu benar. Aku akan sangat terlihat egois jika memaksa onew tinggal di sini..” ucap hanso, lirih.

 

“ani.. aku tidak terpaksa, cheongmal. Aku,aku,,,,,,,” onew bersuara, tp terpotong oleh hanso

 

“sudahlah. Pergi saja. Asal  ada satu syarat. Kau,,, kau jangan pernah kembali.” Suara hanso mulai bergetar.

 

“hanso-ah,, jagiya,,, ayolah,,,” ucap onew, lagi2 terpotong oleh hanso.

 

“SUDAH KU BILANG! PERGI DAN JANGAN PERNAH KEMBALI…!!!” teriak hanso yg mulai menangis,lalu berlari ke kamarnya dan membanting pintu.

 

“ckk,,” minho berdecak.

 

_______*************________

 

Besoknya,, mereka mengirim sinyal ke planet  lucifer. Dan akhirnya, terhubung 🙂

 

telah terjadi kekacauan di istana, jadi, orangtua mereka ber-lima memutuskan untuk menjauhkan mereka dari istana, untuk sementara. Sekarang kekacauan telah berakhir, dan nanti malam, akan ada pengawal istana yg menjemput mereka berlima. Hanso masih belum tau hal ini. Dia masih mengurung diri di rumahnya,, tidak membiarkan seorangpun dari mereka masuk.

 

Malam hari di sebuah lapangan,,,

 

“aku akan sangat merindukanmu, noona…” taemin memeluk hye jin singkat

 

“ne, arrasso… jaga dirimu. Arachi..?” balas hye jin “maafkan aku, jika kemarin aku tidak berkata seperti ini, mungkin hanso….” Kali ini hye jin menatap onew

 

“gwaenchana…” jawab onew pelan.

 

“hati-hati,,, jaga diri kalian baik-baik.” Nidh hyun menatap satu persatu kelima orang itu.

 

“sudah selesai, acara perpisahannya..?? bisakah kita berangkat..? sepertinya pengawal telah datang.” Minho  menghentikan suasana haru(?) itu.

 

“keurae..! kha..! aku sudah tidak tahan melihat makhluk super dingin sepertimu..!!” hye jin menendang-nendangkan kakinya ke arah minho.

 

“aisshh..! neo jinjja.!!” Minho membalas.

 

“PANGERAN..! KAMI SUDAH DATANG..! CEPAT KEMBALI..!!” teriak seseorang. Terlihat di tengah lapangan, terdapat benda besar yang berbentuk pipih. Ke lima orang itu berlari ketengah lapangan. Tapi, baru beberapa langkah, minho kembali lagi.

 

“jaga dirimu. Jangan membenci kucing lagi. Mereka itu makhluk yang manis. Dan, mulai sekarang, panggil  oppa ke  hyung-hyung mu itu. Tunjukan kalau kau memang seorang yeoja..! dan,, jangan lupa untuk tersenyum. arrachi..!” ujar minho pada hye jin. Lalu dia mengacak-acak pelan rambut hye  jin. Minho tersenyum, senyum pertamanya untuk hye jin. Lalu berlari menyusul saudaranya yang lain. Hye jin diam. Tak percaya dengan apa yang baru dilakukan minho.

 

“yak..! gwaenchana..?” nidh hyun menyenggol lengan hyejin pelan.

 

“n,,ne. gwaenchana.”

 

Mereka berdua memperhatikan benda itu yang mulai meninggi.

 

“ONEW OPPA..!! SARANGHAE..!!! KEMBALILAH..!! AKU MENUNGGUMU..!!!!!!!” tiba-tiba hanso datang dan berteriak. Percuma, karna setelah hanso berteriak, benda itu sudah tidak terlihat lagi.

 

Hye jin dan nidh hyun menghampiri han so.

 

“gwaenchana… dia pasti mendengarnya.” Hibur nidh hyun. Han so hanya menunduk.

 

“mianhae. Karna ucapanku kemarin…”

 

“gwaenchana hye jin-ah. Kau memang benar. Aku memang tidak boleh egois seperti itu. Kau benar..”

 

Hye jin meremas pundak han so. “dia akan kembali.. mereka akan kembali. pasti.” ujarnya sambil menatap langit yang mulai terang. Nidh hyun dan han so mengikuti arah pandangan hye jin.

 

THE END